Di dalam proses pembelajaran tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan setiap siswa tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang sesuai dengan kehidupan di negara Indonesia. Untuk perlunya mata pelajaran PKN yang berguan bagi pembentukan karakter setiap anak bangsa. Paradigm yang mengatakan bahwa mata pelajaran PKN adalah mata pelajaran yang tidak begitu penting dan membosankan perlu dirubah. Penggunaan metode dan media pembelajaran yang tepat tentunya dapat mengubah paradigma tersebut. Tentunya dengan metode dan media pembelajaran yang tepat yang diberikan oleh guru dapat membangun interaksi antara siswa dan guru sehingga siswa mempunyai motivasi dalam mengikuti proses pembelajaran PKN di kelas.
Penggunaan media pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran PKN misalnya menggunakan media TIK seperti LCD didalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Karena tidak dapat dipungkiri lagi di era globalisasi seperti ini setiap siswa dituntut untuk bisa menggunakan perangkat teknologi yang ada agar tidak menjadi manusia yang gaptek atau gagap teknologi. Siswa diharapkan dapat menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
TIK diharapkan bisa mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk siap memasuki era masyarakat berbasis pengetahuan. Pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan ICT bagi siswa, membangun masyarakat berbasis pengetahuan pada diri siswa, disamping dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran itu sendiri. Secara teoritis TIK memainkan peran yang sangat luar biasa untuk mendukung terjadinya proses belajar yang memungkinkan siswa dapat terllibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna. Dengan kata lain, TIK memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar, baik audio, visual, maupun kinestetik. TIK memungkinkan pembelajaran disampaikan secara interaktif dan simulative sehingga memungkinkan siswa belajar secara aktif.
Misalnya saja guru didalam memberikan materi pelajaran PKN mengenai pemajuan dan penegakan HAM, guru terlebih dahulu memberi tugas kepada siswa untuk mencari masalah mengenai pelanggaran HAM yang ada di Indonesia melalui media internet. Kemudian di dalam kelas, guru memimpin diskusi yang dilakukan oleh para siswa untuk menemukan penegakan HAM mengenai masalah pelanggaran Ham yang telah dibawa oleh masing-masing siswa. Atau dalam menerangkan materi tersebut guru dapat memperlihatkan video mengenai peristiwa tentang pelanggaran dan penegakan HAM di Indonesia. Sebelum pelajaran ditutup maka guru bersama siswa menyimpulkan upaya-upaya apa saja yang dapat dilakukan dalam pemajuan dan penegakan HAM di Indonesia berdasarkan has ail diskusi yang telah dilakukan.
Model pembelajaran di atas dapat juga dikatakan sebagai Contextual Teaching and Learning (CTL). Pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah pendekatan pembelajaran yang diyakini dapat meningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Pendekatan ini berasumsi bahwa dalam kegiatan pembelajaran guru harus mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.
Melalui penerapan pendekatan CTL dalam pembelajaran, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Siswa diharapkan sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Dengan begitu mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. Mereka mempelajari apa yang bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainya. Dalam upaya itu, mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing. Sedangkan media seperti LCD dan internet merupakan sarana yang dapat digunakan oleh guru dalam menggunakan pembelajaran CTL tersebut. Sehingga dengan adanya pendekatan pembelajaran CTL dan penggunaan media pembelajaran TIK dalam proses pembelajaran PKN dapat membantu guru dalam membentuk warga negara yang baik.

Komentar
Posting Komentar